Rhey Net , Inspirasi menelusuri Di balik kebesaran sejarah Kerajaan Kediri, tersimpan kisah abadi seorang putri raja yang memilih jalan kesucian dibanding kemewahan tahta. Sosok tersebut adalah Dewi Kilisuci, figur legendaris yang namanya begitu melekat dalam ingatan masyarakat Kediri hingga hari ini.




Putri Sulung Prabu Airlangga

Dewi Kilisuci, atau yang bernama asli Sangrama Wijaya Tunggadewi, merupakan putri sulung dari Prabu Airlangga—pendiri Kerajaan Kahuripan. Sebagai anak pertama, beliau memiliki hak penuh untuk naik tahta menggantikan sang ayah memimpin kerajaan yang luas dan makmur.

Namun, alih-alih menerima mahkota kerajaan, Dewi Kilisuci mengambil keputusan besar yang mengubah jalan sejarah.

Menolak Tahta Demi Perdamaian

Melihat adanya potensi perselisihan dan perang saudara di antara adik-adiknya dalam memperebutkan kekuasaan, Dewi Kilisuci memilih untuk mengundurkan diri dari hierarki kerajaan. Keputusan bijaksana ini diambil demi menjaga kedamaian rakyat dan menghindari pertumpahan darah.

Prabu Airlangga akhirnya membagi kerajaannya menjadi dua bagian: Jenggala (untuk Mapanji Garakan) dan Panjalu/Kediri (untuk Sri Samarawijaya).

Jejak Pertapaan di Gua Selomangleng

Setelah melepaskan hak tahtanya, Dewi Kilisuci memilih jalan spiritual dengan menjadi seorang resi atau pertapa. Beliau meninggalkan kehidupan istana dan mengasingkan diri ke wilayah bukit Gunung Klotok, Kediri.




Di sanalah terletak Gua Selomangleng, sebuah gua batu buatan tempat Dewi Kilisuci mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memohon keselamatan bagi rakyat Kediri. Hingga saat ini, Gua Selomangleng menjadi salah satu situs sejarah dan destinasi wisata religi paling penting di Kota Kediri.

Wariskan Nilai Kesederhanaan dan Keikhlasan

Kisah Dewi Kilisuci bukan sekadar legenda relief di dinding gua, melainkan simbol keikhlasan, pengorbanan, dan kebijaksanaan. Beliau mengajarkan bahwa kekuasaan dan kemewahan duniawi bukanlah segalanya jika harus mengorbankan kedamaian sesama.

Bagi masyarakat Kediri, keteladanan Dewi Kilisuci tetap hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kebudayaan lokal. Salam Rhey net

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

***Berkomentarlah dengan baik dan benar***

- Dilarang spamming
- Dilarang menyertakan url

Team Inspirasi sukses

 
Top